Wednesday, December 2, 2020

Tugas Mandiri pertemuan 11

1) Fungsi-Fungsi dari Protokol


a) ICMP

Internet Control Message Protocol (ICMP) adalah salah satu protokol inti dari keluarga protokol internet. ICMP utamanya digunakan oleh sistem operasi komputer jaringan untuk mengirim pesan kesalahan yang menyatakan, sebagai contoh, bahwa komputer tujuan tidak bisa dijangkau.
ICMP berbeda tujuan dengan TCP dan UDP dalam hal ICMP tidak digunakan secara langsung oleh aplikasi jaringan milik pengguna. salah satu pengecualian adalah aplikasi ping yang mengirim pesan ICMP Echo Request (dan menerima Echo Reply) untuk menentukan apakah komputer tujuan dapat dijangkau dan berapa lama paket yang dikirimkan dibalas oleh komputer tujuan.


b) POP3

POP3 (Post Office Protocol version 3) adalah protokol yang digunakan untuk mengambil surat elektronik (email) dari server email.
Protokol ini erat hubungannya dengan protokol SMTP di mana protokol SMTP berguna untuk mengirim surat elektronik dari komputer pengirim ke server.
Protokol POP3 dibuat karena desain dari sistem surat elektronik yang mengharuskan adanya server surat elektronik yang menampung surat eletronik untuk sementara sampai surat elektronik tersebut diambil oleh penerima yang berhak. Kehadiran server surat elektronik ini disebabkan kenyataan hanya sebagian kecil dari komputer penerima surat elektronik yang terus-menerus melakukan koneksi ke jaringan internet.
Protokol ini dispesifikasikan pada RFC 1939.

c) SMTP

Simple Mail Transfer Protocol (SMTP) adalah standar Internet untuk transmisi email. Pertama kali didefinisikan oleh RFC 821 pada tahun 1982, diperbarui pada 2008 dengan penambahan SMTP yang diperluas oleh RFC 5321; yang merupakan protokol yang digunakan secara luas saat ini.
Server surat dan agen transfer surat lainnya menggunakan SMTP untuk mengirim dan menerima pesan surat pada port TCP 25. Meskipun sistem berpemilik seperti Microsoft Exchange dan IBM Notes dan sistem email web seperti Outlook.com, Gmail dan Yahoo! Mail dapat menggunakan protokol non-standar mereka sendiri secara internal, semua menggunakan SMTP saat mengirim atau menerima email dari luar sistem mereka sendiri.
Aplikasi surat klien tingkat pengguna biasanya menggunakan SMTP hanya untuk mengirim pesan ke server surat untuk menyampaikan. Untuk ini, klien email secara tipikal mengirimkan email keluar mereka ke server mail pada port 587 atau 465 sesuai RFC 8314. Untuk mengambil pesan, IMAP dan POP3 adalah standar, tetapi server berpemilik juga sering lebih suka protokol mereka sendiri, seperti Exchange ActiveSync


d) FTP

FTP merupakan salah satu protokol Internet yang paling awal dikembangkan, dan masih digunakan hingga saat ini untuk melakukan pengunduhan (download) dan penggugahan (upload) berkas-berkas komputer antara klien FTP dan server FTP. Sebuah Klien FTP merupakan aplikasi yang dapat mengeluarkan perintah-perintah FTP ke sebuah server FTP, sementara server FTP adalah sebuah Windows Service atau daemon yang berjalan di atas sebuah komputer yang merespons perintah-perintah dari sebuah klien FTP. Perintah-perintah FTP dapat digunakan untuk mengubah direktori, mengubah modus pengiriman antara biner dan ASCII, menggugah berkas komputer ke server FTP, serta mengunduh berkas dari server FTP.

e) ARP

Address Resolution Protocol (ARP) adalah sebuah protokol dalam TCP/IP Protocol Suite yang bertanggungjawab dalam melakukan resolusi alamat IP ke dalam alamat Media Access Control (MAC Address).
Ketika sebuah aplikasi yang mendukung teknologi protokol jaringan TCP/IP mencoba untuk mengakses sebuah host TCP/IP dengan menggunakan alamat IP, maka alamat IP yang dimiliki oleh host yang dituju harus diterjemahkan terlebih dahulu ke dalam MAC Address agar frame-frame data dapat diteruskan ke tujuan dan diletakkan di atas media transmisi (kabel, radio, atau cahaya), setelah diproses terlebih dahulu oleh Network Interface Card (NIC). Hal ini dikarenakan NIC beroperasi dalam lapisan fisik dan lapisan data-link pada tujuh lapis model referensi OSI dan menggunakan alamat fisik daripada menggunakan alamat logis (seperti halnya alamat IP atau nama NetBIOS) untuk melakukan komunikasi data dalam jaringan.
Jika memang alamat yang dituju berada di luar jaringan lokal, maka ARP akan mencoba untuk mendapatkan MAC address dari antarmuka router lokal yang menghubungkan jaringan lokal ke luar jaringan (di mana komputer yang dituju berada).


2) Kelebihan dan Kekurangan Ipv4 dan IPV6


IPV4

Alamat IP versi 4 (atau IPv4) adalah versi keempat dari Protokol Internet (IP). Ini adalah salah satu protokol inti dari metode internetworking berbasis standar di Internet dan jaringan packet-switched lainnya. IPv4 adalah versi pertama yang digunakan untuk produksi di ARPANET pada tahun 1983. IPv4 masih merutekan sebagian besar lalu lintas Internet saat ini,[1] meskipun penerapan protokol penerus, IPv6 sedang berlangsung.
IPv4 menggunakan ruang alamat 32-bit yang menyediakan 4,294,967,296 (232) alamat unik, tetapi blok besar digunakan untuk metode jaringan khusus.
  • Kelebihan Ipv4
    • tidak mensyaratkan ukuran paket pada link-layer dan harus bisa menyusun kembali paket berukuran 576 byte.
    • pengelolaan rute informasi yang tidak memerlukan seluruh 32 bit tersebut , melainkan cukup hanya bagian jaringannya saja, sehingga besar informasi rute yang disimpan di router, menjadi kecil.
  • kekurangan Ipv4
    • Panjang alamat 32 bit (4 bytes)
    • Dikonfigurasi secara manual atau DHCP Ipv4
    • Dukungan terhadap Ipsec opsional
    • Fragmentasi dilakukan oleh pengirim dan pada router,menurunkan kinerja router.
    • Ipv4 yang hanya memiliki jumlah 32-bit(jumlah total alamat yang dapat di capainya mencapai 4,294,967,296 alamat).

IPV6


IPv6 (Internet Protocol version 6) adalah versi terbaru dari Protokol Internet (IP), protokol komunikasi yang menyediakan sistem identifikasi dan lokasi untuk komputer di jaringan dan merutekan lalu lintas di Internet. IPv6 dikembangkan oleh Internet Engineering Task Force (IETF) untuk menangani masalah kelelahan alamat IPv4 yang telah lama diantisipasi. IPv6 dimaksudkan untuk menggantikan IPv4. Pada Desember 1998, IPv6 menjadi Draft Standar untuk IETF, yang kemudian meratifikasinya sebagai Standar Internet pada 14 Juli 2017.

  • Kelebihan Ipv6
    • Ruang alamat 128 bit.
    • Pengalmatan multicast, yaitu pengiriman pesan kebeberapa alamat dalam satu   group.
    • Stateles address autoconfiguration(SLAAC), Ipv6 dapat membuat alamat sendiri tampa bantuan DHCPv6.
    • keamanan lebih bagus dengan adanya default securityIPSec.
    • pengiriman paket lebih sederhana dan Efisien.
    • Dukungan mobilitas dengan adanya Mobile Ipv6

  • Kekurangan IPv6
    • Operasi Ipv6 membutuhkan perubahan perangkat(keras atau lunak) baru yang mendukungnya.
    • Harus ada pelatihan tambahan, serta kewajiban tetap mengoperasikan jaringan Ipv4, sebab masih banyak layanan Ipv6 yang berjalan di atas Ipv4.


berikut video mengenai penjelasan seven layer OSI



No comments:

Post a Comment

Konfigurasi routing statis

  Static router (router statis): adalah sebuah router yang memiliki tabel routing statis yang di setting secara manual oleh para administrat...