Tuesday, November 17, 2020

Switching

Switch

     adalah sebuah alat jaringan yang melakukan penjembatan taktampak (penghubung penyekatan
(segmentation) banyak jaringan dengan pengalihan berdasarkan alamat MAC).

Switch jaringan dapat digunakan sebagai penghubung komputer atau perute pada satu area yang terbatas, pengalih juga bekerja pada lapisan taut data (data link), cara kerja pengalih hampir sama seperti jembatan (bridge), tetapi switch memiliki sejumlah porta sehingga sering dinamakan jembatan pancaporta (multi-port bridge).

Dari segi fungsi dasarnya, switch dibedakan menjadi dua jenis yaitu Switch unmanageable dan Switch manageable


Perbandingan Switch manageable dan unmanageable

Switch manageable

  • merupakan jenis switch yang memiliki fitur-fitur yang handal yang mampu mendukung kinerja switch dalam jaringan network komputer.
  • bisa di konfigurasi dikarenakan umumnya memiliki IP Address

Switch unmanageable

  • hanya memiliki kemampuan untuk meneruskan data saja dan tidak dapat melakukan pengaturan.
  • umumnya dapat langsung dipakai, tidak bisa di konfigurasi (plug and play)
  • lebih murah
Beberapa device yang support switch manageable

  • Gigabit Smart Plus Switch Management CISCO SG220-50-K9-EU 50-Port
  • Smart Switch D-Link DES-1210-28 24
  • UBIQUITY US-8-60W UniFi Switch 8-Port 60W PoE Managed Gigabit Switch
  • Dell Networking X-Series Smart Managed Switches
  • Huawei S3700 Series Enterprise Switches

KONFIGURASI SISTEM OPERASI 

Akses Cisco IOS 

  1. Semua perangkat Cisco menggunakan IOS
  2. Metode akses Cisco IOS
    1. Console
    2. Auxilary
    3. Virtual Terminal (Telnet/SSH)
  3. Program Emulation Terminal
    1. Putty
    2. Tera Term
    3. SecureCRT


Perintah Dasar Cisco

  1. User EXEC Mode / “(Switch> )” User EXEC Mode tidak mengijinkan user untuk melakukan perubahan konfigurasi pada perangkat. Serta User EXEC Mode hanya memiliki perintahperintah terbatas. Biasanya digunakan untuk melakukan monitoring atau view
  2. Privileged EXEC Mode / “(Switch# )” Mode ini dapat digunakan untuk melakukan konfigurasi pada perangkat

  • Perintah yang digunakan untuk berpindah dari User EXEC Mode ke Privileged EXEC Mode
    menggunakan “enable”
  •  Perintah yang digunakan untuk berpindah dari Privileged EXEC Mode ke Mode Konfigurasi Global menggunakan “configure terminal”

KONFIGURASI DASAR PERANGKAT


Hostname

  • Nama Perangkat 
    • Nama host memungkinkan perangkat untuk diidentifkasi oleh Administrator jaringan
    • Sangat penting dan juga harus ditampilkan dalam pendokumentasian topologi 
  • Konfigurasi Hostname
    • Dimulai dengan huruf, Tidak mengandung spasi
    • Dapat menggunakan huruf, angka atau tanda baca


Secure Access

  • Mengamankan Akses Perangkat
    • Mengamankan akses privileged EXEC dan user EXEC.
  • Konfigurasi Sandi
    • Gunakan password yang kuat.
    • Hindari menggunakan password secara berulang

  • Mengenkripsi password

    • Cisco IOS menampilkan password dalam teks biasa secara default.

    • Password harus dienkripsi. 

    • Untuk melihat konfigurasi secara keselurahan dapat menggunakan perintah “Switch# show run”

  • Memberikan Banner
    • Kata-kata yang menyiratkan bahwa login adalah "selamat datang“.
    • Sering digunakan untuk pemberitahuan hukum karena ditampilkan ke semua terminal yang terhubung. 

Menyimpan Konfigurasi

  • Simpan Konfigurasi
    • File yang disimpan di NVRAM berisi semua perintah yang akan digunakan pada startup atau restart
    • NVRAM tidak kehilangan isinya saat perangkat dimatikan.
  • Mengubah konfigurasi
    • File yang disimpan dalam RAM mencerminkan konfigurasi saat ini. RAM kehilangan semua isinya saat perangkat dimatikan atau restart.


Port dan IP Address



Ket:
  • Interface gigabitEthernet 0/0: digunakan untuk menentukan interface yang akan dikonfigurasi IP Address
  • Ip address 192.168.10.1 255.255.255.0: digunakan untuk memasukan alamat IP Address terhadap interface yang telah ditentukan
  • No shutdown: digunakan untuk mengaktifkan interace

  • Konfigurasi IP Address Secara Manual Pada End Devices
    • Untuk mengkonfigurasi alamat IPv4 pada host Windows secara manual, buka Control Panel> Network Sharing Center> Change adapter settings dan pilih adapter yang akan digunakan
  • Konfigurasi IP Address Secara Otomatis Pada End Devices
    • DHCP memungkinkan konfigurasi alamat IPv4 secara otomatis untuk setiap end devices.
  • Switch Virtual Interface Configuration
    • Untuk mengkonfigurasi SVI pada switch, menggunakan interface vlan 1.


Video Mengenai Divice Network



No comments:

Post a Comment

Konfigurasi routing statis

  Static router (router statis): adalah sebuah router yang memiliki tabel routing statis yang di setting secara manual oleh para administrat...